Obat Papua untuk Rabun Miopi


Hai semua, maaf nie buat post junk lagi nie. Saya punya banyak teman yang pake kaca mata karena Rabun Miopi. jadi, saya kasihan juga sama mereka dan saya pun iseng-iseng searching tadi, eh ketemu artikel ini. yah, aku salin dan edit lagi supaya lebih menarik (lebih dari 70% Kopian) yang kali saja dengan ada nya artikel ini, dapat membantu kalian yang keren bila tanpa menggunakan kaca mata nya

Rabun Miopi

Rabun Miopi

Terapi mata minus (miopi) dengan menggunakan buah Keben

Buah Keben Buah keben. pernah dengar ? aku juga baru tahu (hehehe). buah ini bagus sekali dan punya banyak khasiat. buah ini berasal Papua yang disana disebut buah Rabon Pi. buah yang pertama kali ditemukan oleh Heinrich pada tahun 2002 ini memiliki banyak sekali khasiat nya, salah satu nya untuk mengobati rabun mata.

menurut Greshoff, seorang peneliti dari Belanda menemukan zat-zat seperti saponin beracun di dalam biji. Selain saponin, buah dan biji keben juga mengandung asam galat; asam hidrosianat yang terdiri dari monosakarida; serta triterpenoid yang terdiri dari asam bartogenat, asam 19-epibartogenat, dan asam anhidro-bartogenat.

Senyawa aktif dalam biji buah ini, yang diduga kuat memiliki efek penyembuhan dalam pengobatan mata adalah dari golongan saponin. Beberapa jenis saponin telah berhasil diidentifikasi. Saponin yang berasal dari buah keben merupakan saponin jenis baru. Dengan kandungan senyawa tersebut buah keben telah dilaporkan memiliki banyak aktivitas farmakologis seperti anti bakteri, anti jamur, analgesik, dan anti tumor.

Pengalaman empiris membuktikan bahwa obat tetes mata keben dapat menghilangkan kelainan mata minus dan silindris secara permanen 100% pada anak-anak yang belum memasuki masa puber. Untuk orang dewasa, obat tetes ini dapat menurunkan mata minus dan silindris hingga 75%. Mekanisme kerja ekstrak biji keben dalam mengoreksi mata minus dan silindris masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Dugaan sementara adalah bahwa ekstrak biji keben dapat menyegarkan saraf-saraf optik mata yang sudah lemah, sehingga mata yang minus dan silindris dapat menjadi normal kembali.

Selama proses pengobatan, penurunan minus akan terjadi secara progresif. Karena itu, kacamata yang sudah tidak cocok karena minusnya atau silindrisnya berkurang sebaiknya tidak dipaksakan untuk dipakai terus. Penggantian kacamata dapat dilakukan bila sudah tidak ada penurunan angka minus. Untuk memonitor penurunannya, penderita disarankan untuk memeriksakan matanya ke dokter secara berkala sebulan sekali.

Buah Keben yang masih di Pohon

Buah Keben yang masih di Pohon

Waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan miopi tergantung pada beberapa faktor, terutama besarnya minus, usia penderita, dan ada atau tidaknya penyakit diabetes. Dari pengalaman empiris yang sudah ada, melalui pengawasan dokter, setelah dilakukan 10—12 penetesan, minusnya berkurang 0,5. Selanjutnya secara progresif, minus akan menurun hingga mencapai angka minus tertentu atau sembuh total. Penetesan dilakukan setiap 2 hari sekali, masing-masing mata 2 tetes. Sebagai contoh, bila seseorang menderita minus 2, setelah 20—24 hari minusnya akan menurun sebesar 0,5 sehingga menjadi 1,5 dan akan sembuh total setelah 40—48 penetesan atau diperlukan waktu sekitar 3 bulan

8 Komentar

Filed under Kesehatan dan tubuh

8 responses to “Obat Papua untuk Rabun Miopi

  1. benabda

    bagus tak nie artikel ny ???
    bagi dan kirim koment ny ya …

    makase …

  2. aditya

    kl beli obat tetes kebe itu di apotik ada gak
    namanya apa?

    • benabda

      nah, aku belum coba ….

      biasa nya, kakek aq yang kerja nya di papua yang suka pulang bawa oleh” obat …

      lagian, biasa nya, obat dari papua susah dapet nya di tempat lain …
      tapi, coba tanya saja dengan apotek yang besar, semoga saja ada …
      goot lack …🙂

  3. irmayani

    Tampilkan donk foto buah dan obat tetesnya

  4. erinda

    dmana obt it bsa dbeli?

  5. wardiman

    dimn ajha ad buah keben tumbuh…

Kasih komentar disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s