Diagram Alir Pembuatan Biodiesel-Faisal-Tahdid


Biodiesel

Deskripsi Proses Diagram Alir Pembuatan Biodiesel

Minyak CPO dengan Asam Lemak Bebas > 3 % digunakan sebagai bahan baku pembuatan Metil Ester atau Biodiesel sebagai bahan bakar alternative mesin diesel. Minyak CPO yang sudah bebas moisture disimpan didalam tangki penyimpanan CPO (TK.01) akan diolah didalam Reaktor Esterifikasi (RT 1) dengan kondisi temperature dalam tangki sebesar 600C.

Didalam tangki, bahan baku CPO tersebut akan dicampur dengan methanol dan dipercepat proses reaksinya dengan penambahan katalis asam berupa H2SO4 dimana Methanol dan H2SO4 dicampur terlebih dahulu di tangki pencampuran (TK.06) dan diaduk dengan kecepatan 300 rpm. Perbandingan antara bahan baku CPO dengan pelarut Metanol sebesar 1 : 6 volume dengan hasil konversi hingga 65%. Reactor 1 diberi lapisan atau jacket sebagai pendingin agar methanol tidak menguap sehingga proses reaksi yang berjalan tetap optimal.

Setelah direaksikan dan didiamkan, didalam reactor 1 akan terdapat beberapa lapisan dimana lapisan paling atas berupa Metil Ester dan CPO sisa reaksi dan lapisan dibawahnya berupa katalis, methanol sisa reaksi serta Air. Lapisan atas dipompakan menuju reactor kedua untuk dilakukan proses Transesterifikasi sedangkan lapisan dibawahnya dilakukan proses pemisahan menurut titik didihnya untuk memisahkan antara Methanol, Air dan Asam Sulfat serta dilakukan proses recovery agar dapat digunakan kembali untuk proses selanjutnya.

Metil Ester serta CPO yang dialirkan kedalam reactor kedua (RT 2) dicampurkan dengan Methanol serta katalis KOH untuk dilakukan proses Transesterifikasi. Sama seperti proses Esterifikasi, pelarut Methanol dan katalis KOH dihomogenkan terlebih dahulu sehingga membentuk kalium metoksida didalam tangki pencampuran (TK. 07) sebelum masuk kedalam Reaktor Transesterifikasi (RT 2).

Proses transesterifikasi dilakukan pada temperatur 600C dan diaduk pada kecepatan 300 rpm dengan perbandingan CPO/metil ester dan methanol adalah 9 : 1 dengan hasil konversi yang hampir mencapai 98-99 %. Untuk menjaga proses dan menjaga agar methanol tak menguap didalam reaktor 2, maka dipasangkan jaket yang berfungsi sebagai pendingin.

Pada reaktor ini, produk yang dihasilkan akan membentuk 3 lapisan dengan lapisan atas Metil Ester (biodisel), lapisan kedua berupa Glyserol dan lapisan paling bawah Methanol sisa reaksi, katalis dan air. Pada lapisan atas Biodisel dan Glycerol yang diproleh masih kasar karena masih mengadung zat-zat pengotor sehinggas dilakukan proses evaporasi dengan alat Evaporator agar Air dan Methanol sisa yang mengotori Biodiesel dan Glycerol menguap dan biodisel menjadi murni. Selanjutnya produk akhir berupa Biodiesel dan Glycerol akan ditampung didalam tangki penyimpanan Biodiesel dan Glycerol (          TK. 08 dan TK. 09) dimana sebelum disimpan, glycerol dilakukan pemurnian kembali terlebih dahulu agar produk yang dihasilkan lebih murni.

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, lain-lain

Kasih komentar disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s